Tampilkan postingan dengan label Black Hole. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Black Hole. Tampilkan semua postingan

12.22.2008

Hujan Hari Itu

Saya beranjak pergi meninggalkan tempat itu dengan badan yang sangat ringan. Bagai sehelai bulu. Tidak seperti ketika menginjakkan kaki ke tempat itu. Seperti berton-ton beban hinggap di pundak. Saya lega. Walaupun bisa dikatakan bahwa secara makroskopis saya tidak melakukan sebuah perubahan, namun berbeda dengan keadaan miroskopis. Saya seperti telah didonorkan sebuah udara segar ditempat saluran pipa yang pengap.

Hari itu hujan deras. Saya beranjak tanpa memperdulikan cuaca. Saya lega. Semua beban telah saya letakkan ditempat yang seharusnya. Walaupun beban itu hilang, namun saya tidak tahu pasti apakah mereka akan dijaga di sana. Saya terus berjalan di bawah desir hujan yang seperti kecepatan suara di temperature rendah terus mengguyur saya dari atas. Tas selempang, baju flannel, celana jeans saya bertambah berat. Massa benda-benda itu bertambah seiring banyaknya air yang hinggap di permukaan mereka.

Saya terus melangkah. Bibir saya entah mengapa terus tersungging senyum. Orang-orang melihat saya dengan wajah bingung sekaligus aneh. Mereka yang berpayung terus memandangi saya. Mereka yang berlarian dengan jas hujan melihat saya yang terus melangkah santai. Saya dengan tenangnya melewati semua. Entah berapa gram benda-benda yang hinggap dibadan saya bertambah massanya. Saya tidak peduli. Yang saya tuju saat ini hanya sebuah keteduhan tersirat yang tidak terlambang oleh tempat yang kering. Saya terus berjalan.

12.04.2008

Kecurangan Akademis

Hari itu masih seperti hari-hari lain. Hari-hari yang selalu diselingi oleh ujian di malam hari. Memang Mesin seperti sudah trademark kalau mengadakan ujian adalah di malam hari atau di hari Sabtu.
Saya duduk di deretan paling depan di 4101 bersama Hendro dan Lukman. Berdasarkan pengalaman, kalau duduk di depan biasanya tidak terlalu diperhatikan sehingga tukar menukar jawaban akan lebih mudah. Malam itu saya ujian Praktikum SSM. Soalnya bisa dikategorikan susah dan durasi yang diberikan selama ujian sangat lama, 3 jam! Soalnya susah terus 3 jam, saya sudah bingung mau mengisi lembar jawaban dengan tulisan apa. Saya isi seadanya saja.
Hendro menyodorkan kertas kosong ke saya. Ada enam soal yang ia ingin tanyakan jawabannya. Mengingat saya menjawab seadanya, tentu saja saya isi kertas kosong itu dengan jawaban-jawaban pendek seadanya walaupun tertulis jelas di lembar soal bahwa setiap jawaban harus DIJELASKAN!
Semuanya biasa saja, sedikit ribut karena semuanya saling menanyakan jawaban. Sudah saya bilang, soalnya SUSAH. Dua puluh menit sudah berlalu ketika Hendro menyodorkan kertas kosong itu kepada saya. Hendro berinisiatif menanyakan jawaban lagi ke Lukman, di kertas yang sama. Ia sodorkan kertas tadi. Sayang sekali, Lukman terlalu lama untuk merespon dan dengan sedikit kaget, kertas itu terlihat oleh pengawas dan diambil sebagai barang bukti. Namun anehnya kami bertiga hanya tenang2 saja.
Kami bertiga setelah ujian diproses di lab. Logam oleh asisten2. Mereka menyarankan agar kami mengulang lagi mata kuliah itu. Gila, cuma 1 sks terus praktikum pula. Banyak waktu yang termakan karena praktikum SSM tersebut. Jika benar2 mereka akan meng-nol kan nilai saya, kepalan tangan saya sudah siap untuk tertuju ke muka mereka satu2. Serius!
Ternyata jalan tengah yang kami ambil adalah mengaku ke Pak Adit selaku dosen mata kuliah tersebut kalau kami bertiga bekeja sama. Awalnya jantung kami dag-dig-dug karena takut beliau akan tidak meluluskan kami. Sudah banyak bahsa baku yang kami siapkan ketika akan berbicara dengan beliau.
Jam setengah sepuluh pagi kami bertemu beliau dan dengan bahasa baku tersebut kami mengaku. Ternyata, entah apakah beliau lagi good mood, beliau hanya maklum dan menasehati kami seadanya. Beliau tahu posisi kami. Beliau juga pernah mahasiswa. Kami hanya disuruh ujian ulang. Huh! Lega, tidak kebayang kalau harus mengulang lagi tahun depan!

10.22.2008

Become A Legend

Baru kali saya merasakan atmosfer tiga buah ujian dalam 1 x 24 jam! Sesak, bingung, malas, pasrah, semuanya bercampur aduk. Minggu kemaren saya telah merasakan bagaimana sebuah ujian yang mudah tiba-tiba menjadi sulit hanya dikarenakan ujian tersebut didahului oleh ujian lain yang tingkat kesulitannya bisa dibilang setingkat dewa. Hiperbolik, tapi memang benar. Yang sudah belajar keras pun belum tentu bisa mengerjakan ujian yang sadis dewa ini, ya saya sebut merk saja, Metrologi Industri. Bayangkan ujian Permes yang dilaksanakan setelah ujian mata kuliah milik Pak Tauro ini serasa sangat sulit. Semua yang sudah saya hapalkan, mengingat ada hapalannya, dan latihan soal yang saya kerjakan tiba-tiba seperti hilang tak berbekas. Ada bekasnya paling Cuma sidik jari yang hari saya harus perbesar ribuan kali. Bagaimana kalau tiga ujian ini? Perpan yang saudaranya termo, Elmes yang diuntit mekflu terus memanaskan suasana. Semuanya turut diperburuk oleh jadwal Liga Champion!

Namun ternyata bencana sebenarnya bukan tiga buah ujian dalam 24 jam, bukan jadwal Liga Champion, melainkan dirilisnya PES 2009! PES 2009 dirilis bersaman waktunya dengan kondisi mencekik di atas. Siapa pun maniak game sepakbola pasti penasaran dengan fiur-fitur baru yang ditampilkan dan disuguhkan PES 2009. Apalagi ada fitur baru yaitu Become A Legend. Semuanya membicarakannya, semuanya menggunjingkannya. Entah ketika kuliah Metro, kuliah Elmes, atau lagi di angkot sekali pun. Bagaimana bisa konsentrasi?

Tisu gulung?

Malam itu walau dihantui dengan ujian yang menunggu dan tugas yang men-deadline, saya (AI) dan ketiga (AM, FFR, dan RE) teman saya nekat untuk refleksi di reflexiologi di dekat Cihampelas. Di tengah perjalanan kami melihat RW berdiri di pinggir jalan, berkemeja rapi habis dari gereja dan membawa tisu gulung yang baru dibelinya,

RW : pada mau ke mana lo?
FFR : udah Con, masuk dulu
RW pun msuk ke dalam mobil, ikut pergi bersama kami
RW : mau kemana cuy?
Hening. Setelah berada di dekat persimpangan ciumbeluit, RW bertanya lagi,
RW : eh serius lah! Pada mau kemana ni?
RE : refleksi di Cihampelas
RW : AAAAAhhh, males gw, gw mau ngerjain tugas ini. Puter balik ah Cik…
FFR : ikutan dulu ah Con, tuh tisu buat apa?
RW : AAAAhhh…
Kami : hahahahahaha

Setelah sampai di tempat refleksi, ternyata FFR membatalkan niatnya untuk refleksi dan setia kawan untuk menemani RW di luar menunggu kami bertiga releksi satu jam-an. Setelah refleksi selesai, saya melihat RW sedang meneguk sekaleng susu merk DUTCH LADY yang dilarang karena mengadung melamin. FFR hanya tertawa kecil.
AI : Con, lu kok minum dutch lady si? Ada melamin nya dodol!
RW : Serius lu Ris? A****t. (sambil membuang kaleng dutch lady yang hamper kosong)
Kami : hahahahahahahaha

Setelah dari refleksi di Cihampelas, kami meluncur menuju sebelah matari untuk makan ayam tulang lunak. Semuanya memesan makanan selain RW yang katanya sudah makan setelah dari gereja. Lima belas menit cukup bagi kami untuk menyantap semua hidangan yang tersedia. Setelah mencelupkan tangan di kobokan kami semua mengelap tangan dengan tisu gulung yang ada di atas meja.
FFR : liat ni Con, gw jadi petinju (sambil mengulung-gulungkan tisu ke kedua tangan)
AM : minta tisunya donk Gy
RE : yang banyak Mi, biar bersih
RW : eh eh, kayaknya ada yang aneh deh, di meja yang laen kok gak ada tisu gulung sih? Eh Cik, ni tisu gw yak?
FFR : taw dah, gw ambil dari mobil, hahahahahaha
RW : ah t**k lu, mpe tipis gini tisu yang baru gw beli. Hati-hati aja ya, ntar tiba-tiba besok ada berita mutilasi. Gw potong-potong lu Cik!
Kami : hahahahahahaha

Setelah makan dan ‘tragedi pengelapan tangan ‘ selesai kami pun membayar makan yang kami makan tadi dan langsung meluncur pulang. Tugas sudah lama menunggu. Sesampai di depan pintu kost.
FFR : Con, buka pintunya,
RW : eh eh tisu gw tadi mana Cik? Liat gak lu Ris?
AI : wah kayaknya ketinggalan deh Con
RW : wah parah!!!!!!
Kami :hahahahahahahaha

10.01.2008

Mohon Maaf Lahir Batin

Hujan deras terus mengguyur kota saya dibesarkan meskipun bukan kota saya dilahirkan, Pekanbaru. Hujan rintik-rintik dimulai sebelum saatnya berbuka dan terus meningkat gradient derasnya selama berlalunya waktu. Takbiran tahun ini dibarengi dengan derasnya hujan.

Ada sedikit kecemasan dengan hujan pada malam takbiran. Kecemasan akan tidak bisa shalat Id di lapangan besok karena takut hujannya masih awet atau lapangan basah karena hujan semalaman. Nuansa yang jauh sekali berbeda apabila sholat Id dilaksanakan di mesjid. Tidak ada tegur sapa ketika berjalan menuju lapangan apabila sholat Id di mesjid karena rumah saya tepat bersebelahan dengan mesjid. Keramain sangat terasa apabila sholat Id di lapangan.

Saya sendiri sebenarnya tidak memiliki agenda untuk takbiran on the road seperti yang dulu sering saya lakukan semasa kecil. Saya hanya keluar membeli coklat Van Houten dan sekilo margarine. Menemani sahabat saya yang disuruh ibunya membeli bahan pembuat kue tersebut.

Saya malah takbiran dengan duduk berjam-jam di depan notebook kakak saya yang dibeli dengan harga miring walaupun spesifikasinya terbilang wah. Harga miring karena kenal dengan orang langsung distributor resmi Toshiba katanya. Saya berjam-jam malah berchatting ria. Menanyakan pengalaman takbirannya siapa pun yang aktif ym-nya. Ternyata di Bandung hujan sempat jatuh dari langit walaupun Cuma sebentar. Di Lampung tak jauh beda dengan Pekanbaru yang diguyur hujan semenjak sebelum maghrib. Ada teman saya yang sangat terpesona dengan takbiran di Purwodadi, sangat meriah katanya. Padahal dia melihatnya di depan rumah. Saya jadi terbayang takbiran saat masih bocah. Dengan lantang saya dan teman-teman dekat rumah menyerukan takbir sampai keringatan dan terbatuk-batuk. Selain itu saya juga dapat kuliah Bahasa Jerman gratis pada malam takbiran tahun ini. vielen danke, Lehrerin!

Namun kecemasan saya ternyata tidak terwujud. Pagi lebaran kali ini tidak terlihat seperti hujan semalam yang mengguyur kota, terlihat hanya seperti embun pagi yang keluar lebih banyak dibanding biasanya. Cuaca agak lembab dan mendung tapi tidak hujan. Saya bergegas bersiap dan merasakan indahnya sholat Id di lapangan bersama khalayak tetangga lain. Nikmatnya.

Seperti biasa sesudah sholat, saya sungkem dengan ibu dan kakak saya. Dilanjutkan berkumpul di rumah adik ibu yang cukup menampung seluruh anggota keluarga besar kami. Ibu-ibu dan bapak-bapak berkumpul, sepupu-sepupu berkumpul. Semua dalam suasana fitrinya Lebaran.

9.28.2008

puasapraktikumtugas

Akhirnya saya bisa menulis blog lagi. Hampir sebulan kemaren, selama bulan puasa saya selalu disibukkan dengan praktikum dan tugas yang lumayan menyita waktu. Selama bulan puasa rutinitas saya jadi lebih monoton. Sebelum shubuh, sahur, jam tujuh sampai jam sebelas kuliah (biasanya, terus biasanya pula setiap kuliah menelurkan tugas yang cukup menumpuk), setelah kuliah, bertengger di perpustakaan mesin untuk membuat laporan praktikum (walau sebenarnya udah ada master) terus sampai kostan sudah jam setengah empat saja (yang ini juga biasanya). Karena rutinitas monoton yang lumayan bikin capek, selepas itu saya berbaring di kasur alias tidur sore. Tidak terasa udah buka puasa, cari makan terus bikin tugas lagi (biasanya juga), jadi seharian rutinitas saya hanya itu-itu saja.

Saya bukan mahasiswa yang menganut aliran Study Oriented alias SO. Tetapi sebulan kemaren keadaan yang menuntut saya untuk sedikit SO. Kemaren-kemaren, saya jarang atau sedikit sekali menonton film (kegiatan yang cukup saya gemari), baik di dvd, film ripped, apalagi bioskop. Padahal kalo keadaan santai dating, menonton film adalah kegiatan rutin saya yang cukup menghibur dan menghabiskan waktu. Gara-gara rutinitas monoton itu, ke himpunan saja saya bisa dihitung berapa kali walaupun saya juga tidak terlalu anak himpunan.

Yang penting sekarang saya sudah sampai ke tahap liburan di rumah, bersantai-santai sejenak dengan amunisi makanan yang tidak terbatas plus akses kendaraan yang selalu full tank. Tidak ada salahnya kan bersantai sebelum menyabut kehectic-an ujian ketika libur telah usai nanti.

9.14.2008

Feed Back

Hari ini saya mendapat apa yang telah saya inginkan terhadap kelangsungan sebuah Unit Kebudayaan Melayu Riau. Seorang anggota yang ‘bertanya’, mengajukan pendapat, dan mengkritisi. Selama ini saya sebagai ketua divisi Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA) hanya melihat (dan merasa) bahwa anggota UKMR yang sekarang khususnya yang bukan BP cenderung ‘hanya ikut’ terhadap kebijakan yang dikeluarkan BP tanpa mau mengkritisi. Mereka memang bertanya banyak, namun hanya sekedar bertanya tanpa mengkritisi. Saya yakin di balik forum atau dibalik suasana UKMR mereka ingin mengeluarkan uneg-uneg atau pendapat radikalnya, namun mereka mengurungkan. Entah mungkin karena kami -BP- lebih tua hingga membuat mereka segan atau malah takut, atau juga karena kami BP yang telah mengeksiskan UKMR yang notabenya adalah unit yang masih sangat muda, sehingga mereka merasa hanya kami yang tahu seluruh seluk beluk UKMR.

Sebenarnya setiap agenda kegiatan atau acara yang akan kami buat, telah kami coba untuk merunut semua rangkaian kegiatannya sesuai dengan runutan pembuatan sebuah rangkaian acara sebuah organisasi yang sehat. Kami telah melakukan analisis kondisi, analisis kebutuhan, membuat materi hingga parameter ketersampaiannya sampai ke teknik acara. Semuanya telah kami lakukan meski banyak kekurangan di sana-sini. Seperti ketika kami akan mencoba membuat sebuah rangkaian kaderisasi pertama UKMR. Kami telah merasakan bahwa UKMR sebagai sebuah organisasi (walaupun masih muda) telah membutuhkan sebuah rangkaian penerimaan kader-kader baru. Sangat terasa janggal oleh saya ketika menyusun materi dan meyusun materi apa saja disetiap pertemuan kaderisasi, tidak ada orang yang sok tahu, tidak ada orang yang berteriak tidak setuju, tidak ada orang yang menyalahkan dan tidak ada orang yang secara bijak menyelesaikan kesalahan yang diperbuat dalam menyusun materi. Berbeda dengan ketika saya berada dalam himpunan, banyak swasta-swasta yang menanggapi walaupun dengan cara mereka masing masing, bagaimana seharusnya rangkaian materi dan acara ke depan. Intinya saya membutuhkan pengkritisi.

Walaupun kebetulan teman-teman saya yang ada di BP UKMR adalah (bisa disebut) notabenenya anak himpunan, maka penyusunan alur kaderisiasi kami terbilang terencana dan lumayan rapi. Walaupun masih di atas kertas belum ke teknis acaranya namun saya cukup beruntung dengan keadaan di mana teman-teman saya adalah orang yang mengerti dengan arti sebuah kaderisasi dan telah membaurkan pengalaman mereka di penyusun alur kaderisasi pertama UKMR. Memang pasti ada selisih pendapat namun itu biasa dan saya rasa itu suatu keuntungan untuk mencari yang lebih baik.

Perasaan butuh seorang pengkritisi terus ada di hati saya. Namun baru ketika forum hari ini saya merasa seperti sebuah dahaga yang tersiram seteguk air, saya puas. Ada seorang anggota UKMR yang mempertanyakan acara Ganesha Jalan-Jalan (GJJ) yang juga telah kami sebagai BP telurkan untuk agenda UKMR ke depan. Dia mempertanyakan acara GJJ dengan bahasa seorang pengkritisi, walaupun masih terbungkus dengan rasa segan terhadap kami –BP-. Pembelaan demi pembelaan terus muncul, pertanyaan demi pertanyaan terus menyeruak, usul demi usul terus mengalir dan informasi-informasi baru terus berdatangan ketika sesi itu terjadi. Namun yang paling penting, sesi itu tertutup dengan adanya sebuah win-win-solution yang telah melegakan semua pihak. Sesi itu telah menyadarkan saya bahwa saya hanya berbuat sesautu yang kecil untuk unit ini dan masih banyak yang bisa saya lakukan untuk UKMR sebagai ketua PSDA.

9.05.2008

Bukan Rejeki

Semua berawal dari gak bisa ngerjain tes awal pas praktikum Matrek, padahal persiapan buat praktikum udah oke banget. Fotokopi Dieter walaupun cuma bab uji keras doank, trus nanya temen yang udah praktikum kalau praktikum uji keras gimana, udah nurunin rumus Brinell ma Vickers, udah baca berkali-kali bahan buat praktikum. Kenapa ya? Apa gugup karena udah setaun gak praktikum? Gak juga sih, soalnya, praktikum kan gak serem-tegang-mpe-berkeringet gitu kan kondisinya. Malah tadi praktikum dapet asisten yang baek lagi, gak bawel-resek gitu. Kenapa ya?
Tapi bukan karena gak bisa ngapa-ngapain pas praktikum yang jadi ‘sial-of-the-month’ kali ini. Pas lagi presentasi tes awal, hp aku getar-getar terus. Dengan rada sedikit kesel mengingat lagi praktikum, aku liat sipa yang nelpon. Ternyata no im3 yang g ada di phone book. Aku biarain. Eh, dya nelpon lagi, terus aku biarin lagi. Terus lagi, dan aku biarin lagi. Akhirnya dengan rasa penasara, aku sms tu orang yang nelpon-nelpon tadi. Ternyata si Vani –sorry, namanya emang nama cewe, tapi dya cowo-, dengan rada bingung aku hanya iya-iya aja kalo Vani nelpon.
Udah sejam lebih dengan presentasi tes awal dan ngamplas benda uji, langsunglah aku plus temen-temen satu kelompok ke alat uji. Pas lagi kebagian handle material uji baja karbon rendah dan pas lagi uji kekerasan brinell, ada yang nelpon lagi. Paling si Vani lagi. Aku diemin aja. Terus hp-ku getar lagi. Aku liat. Ternyata nomor g dikenal lagi, 022251xxx gitu. Ni siapa ya? Ya uadah males mikirinnya.
Stelah abis praktikum uji keras yang notabenenya praktikum paling lama dia natara praktikum yang lain, aku baru inget kalo kemaren aku ngedaftar buat jadi asisten MKM. Ternyata yang nomernya 022251xxx itu si dosen yang ngasi tau kalo aku harus dating briefing buat jadi asisten MKM hari itu juga, jam itu juga. Yanh mana aku tau kalo yang nelpon dia. Sambil jalan ke depan gedung Mesin, aku coba nelpon balik nomer itu. Eh aku ketemu Gustavo yang tampangnya lagi kesel-kesel gitu. Ternyata nasibnya sama ama aku. Rupanya gara-gara gak bisa ikutan briefing jadi asisten karena lagi praktikum, aku didepak jadi asisten dan diganti sama orang lain. Gimana gak kesel. Gak bisa ikutan briefingnya bukan karena alasan yang gak jelas, TAPI LAGI PRAKTIKUM! Parah banget!
‘maaf mas, mas emang sangat berpeluang menjadi asisten tetapi gak datang briefing 15 menit yang lalu. Baru aja mas digantiin….’
Wah parah banget, kesel ni. Udah ilang pengalaman jadi asisten, ilang kesempatan nulis di CV pernah jadi asisten terus ilang kesempatan buat dapetin uang jajan! Alasannya norak lagi. LAGI PRAKTIKUM! Emang gak rejeki…

9.01.2008

Pertama

Ini taun ketiga, aku menyambut bulan puasa Ramadhan di Bandung. Gak sperti sewaktu masih sekolah -maksudnya masi sekolah pake seragam, maklum sekarang juga masi sekolah cuma namanya aja yang diganti jadi “kuliah”-, biasanya kita libur saat menyambut bulan puasa dan menikmati tarawih pertama, sahur pertama, dan puasa pertama di rumah, di antara hangatnya sebuah keluarga. Di mana kita hanya tinggal dibangunin pas sahur dan tinggal duduk di meja makan ketika buka.

Namun awal Ramadhan sekarang aku punya sebuah pengalaman yang sangat berkesan. Saat itu hari pertama kita tarawih. Aku –sperti bulan Ramadhan sebelumnya- sholat isya plus tarawih di mesjid LIPI di daerah Sangkuriang, tetangganya Cisitu. Jemaahnya rame seperti biasanya tarawih pertama. Dari awal aku sudah memperhitungkan kalo kejadian “rame” ini, jadi aku datengnya agak awal dari yang laen. Kejadian berkesannya adalah ketika empat rakaat kedua -di mesjid LIPI ini teknis sholatnya empat rakaat empat rakaat dan witir tiga rakaat- sholat tarawih di mesjid yang pembicara ceramahnya biasanya orang yang gelarnya tinggi-tinggi ini. Ketika rakaat ketiga, ketika imam membaca aurat pendek, tiba-tiba suaranya berubah menjadi parau dan sedikit mengisak. Beliau menangis! Aku gak tau surat apa yang dibacanya, kayaknya beliau membaca potongan ayat, tapi yang membuatku merinding adalah momen ketika beliau menangis itu. Imam mengangis ketikamembaca surat-surat-NYA saat sholat berjamaah, baru sekali ini aku alami. Dari dulu, aku hanya mendengar cerita dari guru agama atau ustadz. Aku g menyangka aku bisa berada di peristiwa itu. Sangat berkesan. Mengingatkanku pada kekuasaan-Nya.

Hujan juga terus mengguyur sehabis sholat tarawih. Suaranya saat keras ketika memantul dan menabrak atap-atap. Namun anehnya, aku dan orang-orang yang selesai sholat dan dalam perjalanan pulang tidak seperti diguyur hujan deras. Padahal ketika aku melihat cahaya lampu mobil, aku melihat biasan hujan yang aku pikir saat itu cukup deras. Namun sekali lagi, aku memang basah, namun tidak sekuyub yang aku bayangkan dan sekuyub yang seharusnya hujan bisa tumpahkan airnya ke badanku dan orang-orang ke sekelilingku. Subhanallah.

8.21.2008

Seperti Ilmu Padi

Seperti Ilmu Padi…

Kemaren aku ikut seminar Nissan Technology Square di Mal Kelapa Gading 5. Aku berangkat dari bandung, dari kampus sekitar jam 11-an. Yah kira-kira menempuh 3 jaman lah sampe ke sana. Ketika baru menjejakkan kaki di tempat seminar, sudah ditunggu oleh panitia dari Nissan Motor dan mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Industri Universitas Tarumanegara. Aku yang bersama rombongan HMM dan KMPN ITB plus dua dosen masuk dengan sedikit g enak karena terlambat. Ternyata keterlambatan kami sudah dimaklumi oleh panitia.
Seminar dimulai kira2 jam 2 lewat dikit. Dimulai dengan persentasi dari Vice presidentnya Nissan Motor Jepang. Gila gak tuh! Namanya Pak Hideyuki SAKAMOTO. Dengan menggunakan bahasa inggris plus logat jepang yang sangat kentara, beliau menjelaskan panjang lebar mengenai perkembangan Nissan Motor dari tahun ke tahun. Beliau juga memperkenalkan direktur utama Development technology Center South East Asia.
Dilanjutkan dengan persentasi dari bapak Takahiko UCHIMURA, senior mangaer Technology Marketing nya Nissan Motor. Juga dengan bahasa inggris plus logat jepang yang kental beliau menjelaskan teknologi2 terbarunya Nissan Motor.
Agak membosankan karena bahasa inggris para petinggi2 Nissan Motor terkadang agak sulit dimengerti. Tapi banyak hal 2 yang menarik untuk diketahui. Seperti teknologi safety nya Nissan di mobil2 keluaran terbarunya. Bayangin, sekarang mobil2 terbarunya Nissan akan mengerem sendiri apabila di depannya ada mobil lain. Ini disebabkan adanya teknologi sensor yang menyebabkan pedal rem akan terinjak otomatis ketika sensor tersebut terpantul ke mobil. Keren kan! Trus ada teknologi baru di mana ketika kita menginjak rem, maka safety belt akan sedikit mengencang yang menghidari guncangan ke depan si pengemudi. Juga ada teknologi Intersection. Jadi sensor pada mobil akan memberi perintah otomatis apabila ketika di persimpangan sensor mendapati ada mobil lain yang akan melintas. Juga teknologi alarm yang berbunyi ketika mobil kita keluar dari line jalan yang seharusnya. Teknologi ini terletak pada camera yang terpasang pada kaca spion. Sangat terlihat bahwa Nissan Motor sangat mengutamakan keselamatan pengemudi.
Semua mobil terbarunya Nissan, apabila tabrakan terjadi, maka kerukan akan menjalar dari depan langsung ke belakang dengan getaran yang diidealkan harmonis. Sehingga membuat pengemudi lebih aman walaupun tetap ada impact yang dirasakan pengemudi. Namun sayangnya semua teknologi Nissan yang keren2 tersebut tergolong sangat mahal dan baru dipasarkan di Jepang dan USA. Semua teknologi tersebut juga hanya terpasang pada varian terbaru mobil2 Nissan, tidak bisa di modifikasi dari mobil2 yang lama.
Ada satu inovasi dari Nissan yang membuat peserta terkagum-kagum yaitu diluncurkannya concept Pivo2. Kendaraan ini sangat unik dari sisi desain dan canggih dari sisi engine. Pintu masuk dari depan. Tempat duduk untuk 3 orang yang diletakkan sejajar jadi dari samping deperti mobil dengan dua pintu. Dengan stir namun sudah banyak pengendali otomatis. Kendaraan yang ditenagai dengan batere di bagian chasis bawahnya ini dapat memutar rodanya ke segala arah sehingga memudahkan kita ketika parker. Desain seperti kancil yang unik namun futuristic sangat manis. Para peserta seminar sangat heboh ketika membicarakan pivo2 begitu juga aku.
Setelah seminar selesai dibuka sesi tanya jawab. Awalnya agak sepi yang mau bertanya. Namun setelah tau bahwa penanya mendapat kaos keren dari panitia, penanya langsung menjamur. Ntah haus akan jawaban atau haus akan baju kaos.
Sehabis sesi tanya jawab, kami dihantarkan ke pameran teknologi Nissan Motor g jauh dari tempat seminar. Di sana aku sangat tertarik dengan prototype pivo2. Ketika melihat2, pak UCHIsan menghampiri dan pecahlah keheningan di sana. Aku dengan lahap bertanya kepada beliau. Yang g disangka2, ternyata beliau menjawabnya dengan hangat sekali, serasa beliau bukan senior manajernya Nissan Motor. Tanpa canggung aku melontarkan pertanyaan2 yang dari tadi tertahan oleh rasa kagum ku pada beliau.
Ketika aku melihat2 sistem brakingnya Nissan yang baru, aku melihat pak Sakamoto berdiri di sana. Orangnya sangat kocak. Juga g nyangka kalo orang yang pangkatnya udah setinggi beliau masih menjawab pertanyaan2 dengan ramah dan humor. Yah walaupun dengan logat yang sedikit aneh.
Setelah selese acara, masi terbayang bagiku orang yang sudah sukses seperti mereka bersikap sangat ramah dan hangat. Seperti padi, makin berisi makin merunduk. Tidak seperti orang2 zaman sekarang yang makin ‘berada’ makin sombong. Sayang aku lupa untuk berfoto bareng beliau2. Padahal dokumentasi tersebut bisa menjadi motivator yang sangat bagus. Sperti beliau2, dengan ilmu, kekayaan, kesuksesan, bukan alasan untuk menjadi angkuh namun alasan untuk tetap ramah dan berbagi kepada yang lain. Arigato SAKAMOTOsan! Arigato UCHIMURAsan!

8.18.2008

Hari ini OHU ...

Hari ini OHU…
Ya, hari ini OHU 2008. Hari ini aku bernamakan “Aris dari UKMR (Unit kebudayaan Melayu Riau)”. Untuk OHU hari ini, kami telah mempersiapkan semuanya mulai dari dekor sampai sebuah property sebuah mascot gajah setinggi dua meteran mulai dari seminggu yang lalu. Khusus untuk gajah, bikinnya lumayan lama, sekitar 4 harian. Sebenarnya aku gak pantas untuk menyebutnya kami, aku hanya membuat ukiran, mengecat, bermain gitar (walaupun aku cuma bisa ngejreng-ngejreng g jelas), duduk-duduk g jelas dan tertawa (juga tertawa g jelas). Bisa dibilang aku hanya menemani mereka bekerja untuk dekor dll sampai larut, that’s all.
Kembali ke OHU hari ini, aku datang jam 10an soalnya aku baru pulang dari stand kira-kira jam stengah 4an dini hari. Aku ketiduran. Aku bahkan stengah sadar kalo Trisna menelfon, seingatku,
Aku : haloh…
Trisna : dimana?
Aku : egh...
Trisna : ke kampuslah Ris, sekarang!
Aku : egh…
Trisna : Ris!
Aku : egh…
Trisna : (menutup telfon)
Aku : egh… (lalu tidur lagi)
Aku baru terjaga ketika puja yang menelfonku untuk datang ke stand. Selama OHU aku hanya,
1. Duduk-duduk g jelas di deket stand mpe bosen
2. Muter-muter bareng Alit
3. Beli rokok di depan dan ngerokok bareng Trisna (juga di depan)
4. Nemenin Pipi muter-muter
5. Beli Boulevard dari Gio
6. Dengerin acara mpe bosen
7. Pulang
Aku hanya lakuin everything those are usual for OHU attendants. Semuanya biasa-biasa aja kecuali dua hal. Pertama, ketika aku muter-muter bareng Alit, aku ngelewatin stand unitnya dya. Aku ngelihat dya, dan ketika dya ngeh, dya nyapa duluan dengan hanya bilang ‘hello’. Tapi itu cukup buatku untuk. Sapaannya bagaikan teriknya hari itu telah pudar dengan hujan deres yang hanya beberapa detik (hahahaha, lebay). Tapi beneran lho. Dya g pernah nyapa duluan kalo ketemu aku sejak ‘saat itu’. Bagi ku ini termasuk extraordinary miracle for today. Pakaiannya yang serba putih dipaduin cardigan pink cukup membuat mataku teduh dan melupakan panas sinar matahari saat itu. Kedua, ketika aku nonton penampilan Asraf dkk di atas panggung nyanyiin lagu Selayang Pandang dan Zapin. Senyumku terus tersungging. Dan aku rasa semua UKMR’ers yang juga melakukan hal yang sama. Terus tersenyum puas sampai penampilan mereka usai.